Jenis-Jenis, Prosedur dan Biaya Pemasangan Behel

Jenis-Jenis, Prosedur dan Biaya Pemasangan Behel

Gigi berantakan atau maloklusi yang terjadi akibat susunan tulang rahang dan gigi bisa diperbaiki dengan kawat gigi atau behel.

Masalah gigi dan mulut tak hanya berpengaruh pada penampilan saja, kondisi ini bisa membuat fungsi rongga mulut kurang maksimal hingga kesulitan berbicara, menggigit, dan mengunyah makanan. Itulah mengapa behel atau kawat gigi menjadi solusi untuk mengatasi maloklusi.

Agar tidak memberatkan finansial Anda, maka langkah bijak mengatasinya adalah memiliki proteksi kesehatan. Untuk bisa mereguk manfaat dari proteksi kesehatan, itulah mengapa kita butuh asuransi kesehatan.

Apalagi, biaya detail pasang behel yang dilakukan di rumah sakit atau klinik, jenis yang dipilih, dan tarif dokter yang menangani.

Jenis-Jenis Behel Gigi dan Rincian Biayanya

Berikut ini adalah jenis-jenis behel gigi dan biaya pemasangan yang umumnya diterapkan di klinik atau rumah sakit di Indonesia:

1. Behel Self Ligating

Jenis behel self ligating secara penampilan hampir sama dengan kawat gigi konvensional. Yang membedakan, behel self ligating memiliki klip logam kecil yang bisa mengunci dengan sendirinya, sehingga tidak membutuhkan karet.

Kondisi itu tentu saja menciptakan sedikit gesekan. Dengan begitu, akan lebih memudahkan kita untuk menyikat gigi di antara behel, sehingga kebersihan gigi lebih mudah dijaga selama perawatan.

Jika Anda tertarik memakai behel jenis ini, maka dapat menyiapkan dana sekitar Rp25 juta – Rp40 juta.

2. Behel Keramik

Behel jenis keramik memiliki keunggulan dibandingkan dengan behel konvensional, yaitu lebih tidak terlihat. Sebab, jenis behel ini menggunakan bracket gigi yang terbuat dari bahan bening yang warnanya hampir serupa dengan gigi.

Meski memiliki warna hampir sama dengan gigi, warna kawat gigi keramik ini dapat cepat berubah jika mengonsumsi minuman atau makanan yang menimbulkan noda seperti kopi. Selain itu, jenis kawat gigi satu ini juga lebih rapuh dan mudah pecah.

Untuk itu, dibutuhkan waktu lebih banyak untuk merawat gigi saat menggunakan behel satu ini. Adapun biaya yang dibutuhkan untuk pemasangan dan perawatan behel keramik angtara Rp25 juta – Rp50 juta.

3. Behel Lingual

Kawat gigi lingual atau lingual braces memiliki kesamaan dengan jenis kawat gigi konvensional. Namun, letak bracket berada pada sisi dalam gigi, sehingga keberadaan kawat gigi itu tidak terlihat dari luar.

Pasien yang memakai kawat gigi jenis ini biasanya akan mengalami perubahan artikulasi bicara selama 1-3 bulan setelah pemasangan behel.

Selain itu, jenis kawat gigi satu ini juga bisa berisiko mengganggu kebersihan lidah dan menimbulkan rasa sakit. Untuk jenis pemasangan dan perawatan behel lingual dibanderol mencapai Rp22 juta – Rp35 juta.

4. Behel Gigi Konvensional

Kawat gigi konvensional atau metal braces dikenal sebagai jenis behel yang hingga saat ini paling banyak digunakan. Pasien yang memakai kawat gigi satu ini biasanya menjalani lama perawatan sekitar 2 tahun.

Behel gigi yang terbuat dari bahan logam stainless steel ini ditempelkan pada depan gigi dengan semen khusus. Kemudian, logam pada masing-masing gigi dihubungkan dengan kawat khusus (wire) dan karet elastis (elastic band) untuk memberikan tekanan terhadap gigi supaya bergeser perlahan pada posisi yang diharapkan.

Untuk Anda yang ingin memakai kawat gigi konvensioanl, maka dapat menyiapkan biaya perawatan sekitar Rp7,5 juta – Rp20 juta.

Prosedur Pemasangan Behel

Setelah mengetahui jenis-jenis dan biaya pasang behel, tentu saja Anda yang telah memutuskan memasang kawat gigi harus mengetahui prosedurnya.

Sebab, biasanya pemasangan kawat gigi akan menimbulkan tekanan yang akan memperburuk kondisi gigi dan gusi jika dari awal bermasalah.

Berikut ini adalah prosedur pemasangan behel yang penting diketahui sebelum melakukannya:

Konsultasi ke dokter gigi

Dokter gigi saat pertemuan pertama kali akan memeriksa kondisi gigi Anda secara fisik dan melakukan dental X-ray untuk mengetahui kondisi gigi.

Dari pemeriksaan tersebut akan diketahui gigi mana saja yang memerlukan perawatan gigi dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh hasil maksimal.

Setelah itu, Anda akan dijawalkan untuk janji temu yang kedua. Sebelum melakukannya, pastikan Anda sebagai pasien telah menanyakan biaya yang mesti dikeluarkan.

Proses pemasangan kawat gigi

Sebelum menjalani proses pemasangan behel, Anda harus mengetahui beberapa tahapannya. Yaitu, meliputi pembersihan gigi, penghalusan, dan pengeringan agar behel dapat melekat dengan baik.

Untuk beberapa kondisi, bisa jadi dokter gigi akan mencabut gigi agar sesuai dengan luas rahang. Pelekat ini terbuat dari resin komposit yang memiliki warna yang sama dengan gigi, behel juga akan diberi pelekat sebelum ditempelkan ke gigi yang telah ditentukan.

Hal itu berfungsi sebagai jangkar bagi kawat gigi. Bahan perekat kemudian akan dibersihkan, kemudian dokter gigi akan menyinari kawat gigi dengan sinar berkekuatan tinggi agar tidak mudah lepas, umumnya proses ini berlangsung sekitar 20-30 menit.

Perawatan setelah pemasangan

Pascapemasangan behel, umumnya pasien akan merasakan nyeri dan sakit selama 4-6 jam. Umumnya, rasa ini akan bertahan selama 3-5 hari pemasangan dan akan terus berkurang hingga beberapa minggu selanjutnya.

Setelah itu, Anda akan mulai terbiasa dengan behel tersebut. Namun, tak perlu khawatir, karena Anda akan diberikan obat pereda sakit dan dianjurkan untuk mengonsumsi makanan lunak agar tidak menimbulkan nyeri yang berlebihan.

Rajin kontrol

Setelah kawat gigi terpasang, maka tahapan selanjutnya yang harus dilakukan untuk mengecek kondisinya adalah rajin menjalani kontrol. Pasalnya, behel biasanya akan longgar, sehingga kekuatan untuk mengubah posisi gigi berkurang.

Sebagai pasien, Anda bisa rutin kontrol setiap 3-10 minggu sekali, tergantung jenis kawat gigi yang digunakan. Karena bJika dokter sudah memutuskan perawatan telah selesai, maka kawat gigi akan dilepas. Setelah itu, bahan perekat yang mengeras akan dipecahkan dengan penuh wahyujts.comperhitungan.

Gigi akan benar-benar dibersihkan dari sisa-sisa bahan perekat yang masih ada di permukaannya. Meski sudah dicopot dan dibersihkan, perawatan kawat gigi ini belum selesai.

Pasalnya, Anda diharuskan memakai retainer, yaitu sebuah alat yang berfungsi untuk mencegah pergerakan gigi agar tidak memperburuk kondisinya.

Alat ini kemungkinan harus digunakan lebih lama, tergantung rencana perawatan dan jangka waktu pemakaian kawat gigi.

Itulah jenis-jenis, prosedur dan biaya pemasangan kawat gigi. Jadi, sudah ada gambaran mau memakai behel jenis apa?

Rate this post

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top