Cara Membuat Kuesioner

Cara Membuat Kuesioner Yang Berbobot Dan Tersusun Rapi

Cara Membuat KuesionerKuesioner dibuat sebagai sumber data untuk mendukung penelitian. Begitu pentingnya kuesioner mengharuskan pembuatnya untuk menyusunnya secara terstruktur. Lantas, sudahkah kamu mengetahui bagaimana cara membuat kuesioner yang terstruktur?

Tersusunnya pertanyaan dengan rapi memungkinkan data yang diperoleh lebih baik. Data tersebut pun lebih mudah diolah. Bahkan, dijadikan sebagai bukti untuk menjawab hipotesis terkait penelitian yang dilakukan.

Pada kesempatan kali ini, kamu akan mempelajari bagaimana cara membuat kuesioner dan menyusunnya. Sebelum itu, mari pahami terlebih dahulu kuesioner, jenisnya, hingga kelebihan dan kekurangannya. Berikut informasi yang kami simpulkan dari urbandigital.id.

Apa Itu Kuesioner?

Kuesioner adalah teknik pengumpulan sebuah data dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pun pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab (Sugiyono, 2010).

Singkatnya, ini menjadi metode untuk mengumpulkan data dari responden. Pertanyaan dan pernyataan akan dirumuskan. Disusun secara runtut dan diberikan pada responden untuk dijawab.

Tentu saja, instrumen ini membutuhkan banyak responden. Dengan banyaknya responden, hasilnya akan mewakili dari sebagian orang. Nantinya, ini bisa menjadi data yang bisa disimpulkan oleh peneliti.

Tujuan Membuat Kuesioner

Cara Membuat Kuesioner
Cara Membuat Kuesioner

Ada sejumlah tujuan yang melatarbelakangi pembuatan dari kuesioner. Secara umum, tujuannya sebagai berikut.

  • Menemukan informasi yang relevan dengan penelitian yang dilakukan
  • Mendapatkan bukti dari hipotesis yang dibuat dalam penelitian
  • Mendapatkan saran dari banyak responden
  • Memperoleh informasi mengenai apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh responden yang mewakili masyarakat
  • Menemukan sebuah kesimpulan yang didapatkan dari tanggapan kelompok terpilih

Jenis Kuesioner

Sebagai sarana untuk mengumpulkan data, kualitas dari data ini sangat ditentukan oleh jenisnya. Nah, jenis dari kuesioner ini terbagi menjadi tiga. Yakni, kuesioner terbuka, tertutup dan campuran.

Kuesioner Tertutup

Jenis ini paling banyak digunakan oleh peneliti. Alasannya, proses pengumpulan datanya jauh lebih mudah. Bahkan, tidak perlu memakan banyak waktu untuk mengolah dan mengambil kesimpulannya.

Betapa tidak, kuesioner jenis ini dibuat dengan membuat pertanyaan atau pernyataan yang langsung diikuti dengan jawaban. Jawabannya dibuat dalam pilihan ganda atau pun checklist.

Melihat isinya, tentu saja kamu perlu memikirkan sejumlah opsi jawaban yang dinilai sesuai ketika menerapkan cara membuat kuesioner jenis ini. Asalkan kamu fokus dengan hipotesis dan topiknya, kamu tidak akan kesulitan dalam menyusun pertanyaan.

Kuesioner Terbuka

Sebenarnya, jenis ini pun sama-sama ditujukan untuk mengumpulkan data. Hanya saja, jawaban yang diperoleh jauh lebih mendalam. Bisa dikatakan, kuesioner terbuka memiliki tingkat informasi yang jauh lebih kuat.

Betapa tidak, orang yang membuat kuesioner ini hanya akan menyajikan pertanyaan saja. Dan responden diberikan keleluasaan untuk memberikan jawaban.

Praktiknya, ini hampir seperti interview. Bedanya, kuesioner ini disajikan dalam bentuk tulisan. Maksudnya, jawaban dari responden dituangkan dalam tulisan di kolom yang tersedia.

Baca juga : Dark Mode WhatsApp

Kuesioner Campuran

Jenis selanjutnya ini merupakan gabungan dari kedua jenis kuesioner sebelumnya. Tentu saja, informasi yang didapatkan pun lebih bervariasi.

Ketika kamu menggunakannya, kamu akan memperoleh data berupa angka atau persentase. Selain itu, informasinya pun jauh lebih dalam sehingga data yang diperoleh dapat memiliki kekuatan yang cukup baik.

Kelebihan dan Kekurangan dari Kuesioner

Sebagai srana untk menghimpun data, kuesioner pun memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut ini informasinya.

Kelebihan Kuesioner

Ada sejumlah kelebihan yang ditawarkan oleh metode pengumpulan data kuesioner. Kelebihan ini yang melatarbelakangi seseorang untuk mempelajari cara membuat kuesioner hingga menerapkannya.

Kelebihan utamanya terletak pada efisiensi waktu. Betapa tidak, peneliti tidak perlu untuk bertemu langsung dengan responden. Cukup dengan menyebar selebaran berisi daftar pertanyaan sesuai dengan topik yang diteliti.

Selain itu, selebaran kuesioner ini pun dapat disebar luaskan melalui perantara. Contohnya dibawa oleh orang lain atau pun disebar via internet.

Menariknya lagi, data yang terkumpul bisa diolah dengan mudah. Jika menggunakan kuesioner tertutup, menarik kesimpulan dari data ini jauh lebih cepat dan mudah.

Kelebihan lainnya, kuesioner ini dapat digunakan oleh puluhan hingga ratusan responden. Setiap responden pun bebas mengutarakan pendapatnya. Nantinya, hasil jawabannya jauh lebih menguatkan.

Kekurangan Kuesioner

Meskipun efektif dalam memangkas waktu, kuesioner pun punya beberapa kekurangan. Salah satunya, jawaban yang diperoleh dari responden kemungkinan tidak 100% valid. Bisa jadi, responden asal jawab lantaran kurang memahami pertanyaan atau semacamnya.

Selain itu, kuesioner ini hanya cocok digunakan pada kelompok tertentu saja. Ini bisa berupa kelompok berdasarkan usia atau jenjang Pendidikan.

Cara Menyusun Kuesioner yang Baik

Untuk mendapatkan jawaban dari topik yang diteliti, kuesioner bisa diandalkan. Dengan catatan, kamu bisa menyusun daftar pertanyaan yang mendalam. Lantas, bagaimana cara membuat kuesioner yang tersusun baik?

Pertama kalinya, temukan bahan dasar untuk merancang pertanyaan. Ini bisa dilakukan dengan menentukan indikator atau informasi yang dibutuhkan dalam penelitian.

Kedua kalinya, lanjutkan dengan merumuskan sejumlah pertanyaan. Tentukan jenisnya, lantas buat pertanyaan dengan bahasa yang jelas, mudah dimengerti dan dapat dijawab dengan mudah oleh responden.

Ketiga, kembangkan pertanyaan dasar. Tujuan utamanya untuk memperoleh informasi yang lebih detail.

Keempat, susun kuesioner dengan baik. Kamu dapat membuat kuesioner dengan menyediakan kolom identitas, kemudian sejumlah pertanyaan yang runtut dari awal hingga akhir.

Baca juga : Cara Membuat Catatan Kaki

Setelah semuanya tersusun, kamu bisa menguji cobanya. Kamu dapat meminta bantuan teman untuk memanfaatkan kuesioner yang telah dirancang.

Jika ada sesuatu yang dinilai kurang pas, kamu dapat segera memperbaikinya. Apabila hasilnya sudah bagus, kamu sudah siap untuk menyebarkannya pada responden.

Cara Membuat Kuesioner di Google Form

Zaman serba canggih, ini memungkinkan kamu dapat melakukan apa pun dengan cepat. Tidak terkecuali dengan menyajikan kuesioner. Nyatanya, kamu dapat membuatnya di Google Form. Nah, bagaimana cara membuat kuesioner tersebut?

Login ke Google Form

Kamu dapat memulainya dengan mengakses masuk ke Google Form. Di sini, kamu butuh alamat email dan password.

Ketika sudah login, kamu bisa menekan Google Apps yang letaknya berada di samping foto profil Gmail. Kemudian, pilih Forms.

Setelah itu, kamu bebas memilih formulir pendaftarannya. Kamu dapat menggunakan template yang sudah disediakan. Atau, bisa juga membuat yang baru.

Buat Judul dan Formulir Identitas

Setelah masuk ke Google form dan memulai form baru, kamu akan melihat tampilan awal yang masih kosong. Untuk urutan paling atas, pastikan untuk menulis judul dari kuesioner.

Urutan selanjutnya berisi dengan identitas. Contohnya nama, alamat, hingga nomor telepon dan lain sebagainya.

Kamu cukup menekan Add Question yang ditandai dengan tombol + di bagian samping kanan kolom. Untuk masing-masing kolom identitas, ketikan identitas yang ingin diketahui. Untuk jawabannya, atur ke mode Short Answer. 

Pengaturannya bisa dilakukan persis pada menu dropdown bagian kanan. Lantas, gulir ke kanan untuk mengaktifkan wajib jawab atau required.

Buat Pertanyaan

Apabila semuanya sudah dibuat, tinggal buat daftar pertanyaannya satu persatu. Caranya sama, tekan ikon +. Kemudian, buatlah pertanyaan dan sediakan opsi jawabannya.

Jika opsi jawabannya pilihan ganda, kamu tinggal menggulir pengaturannya ke Multiple Choice. Tentunya, kamu pun perlu membuat daftar jawabannya di kolom yang disediakan.

Jika ingin memperoleh jawaban dari pendapat bebas responden, kamu dapat memilih opsi Paraghraph. Atau, bisa juga opsi lain yang tersedia. Kemudian, pastikan untuk menggulir opsi Required atau wajib diisi.

Itulah cara membuat kuesioner. Jika menggunakan google form, pembuatannya jauh lebih mudah. Kamu pun dapat membagikannya langsung ke sejumlah responden yang ingin diteliti. Yakni, mengirimkan tautan yang menuju ke form kuesioner tersebut. Kami juga memiliki artikel menarik tentang kiblat online yang bisa kamu baca.

5/5 - (1 vote)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Scroll to Top