Investasi Jangka Pendek

4 Macam Investasi Jangka Pendek Yang Cocok Untuk Anak Muda

Investasi Jangka Pendek – Terdapat banyak macam investasi jangka pendek kini semakin banyak dikenal oleh masyarakat. Jika dahulu investasi lekat dengan para pengusaha berusia dewasa, kini stigma tersebut sudah bisa digeser. Anak muda pun kini sudah banyak yang mulai investasi. Terbukti dengan banyaknya kisah sukses para investor yang diukir di usia muda. 

Investasi merupakan langkah awal untuk mengantisipasi naiknya nilai kebutuhan di masa yang akan datang. Dengan cara menempatkan modal ke dalam bentuk benda atau saham. Tujuannya adalah keuntungan. 

Keuntungan dari  investasi jangka pendek sudah bisa dirasakan dalam jangka waktu satu hingga tiga tahun. Selain itu, investasi jangka pendek juga bisa dimulai dengan nilai yang rendah. 

Tak heran jika investasi semacam ini sudah menjadi trend baru bagi sebagian kalangan anak muda produktif. Lalu, apa saja macam investasi jangka pendek yang bisa diikuti oleh anak muda? 

Investasi Jangka Pendek
Investasi Jangka Pendek

Reksadana

Investasi apakah sama dengan menabung? Bisa dikatakan serupa namun tak sama ya. Investasi dan menabung sama-sama dimulai dengan menyisihkan sejumlah uang. Dan ditempatkan ‘di kantong’ lain. 

Namun, ada perbedaan yang mendasar antara investasi dan menabung. Tabungan bisa diambil kapan pun. Sedangkan uang yang sudah kamu investasikan akan cair pada waktu yang sudah ditentukan. 

Meskipun demikian, investasi menjanjikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan menabung. Seiring dengan keuntungan yang besar, ada risiko yang besar juga dibalik investasi. 

Reksadana merupakan salah satu macam investasi jangka pendek. Secara sederhana, reksadana dapat dipahami sebagai pengumpulan dana secara bersama-sama yang dikelola oleh manajer investasi resmi. 

Ada beberapa bentuk reksadana. Contohnya adalah saham, obligasi maupun surat berharga yang berada di bawah naungan pasar modal. 

Setidaknya ada empat jenis reksadana. Di antaranya adalah reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran dan reksadana saham. Setiap jenis reksadana tersebut memiliki ketentuan yang berbeda satu sama lain. 

Reksadana pasar uang atau RDPU termasuk macam investasi jangka pendek yang bisa kamu coba sebagai pemula. Dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun dan risiko yang terbilang cukup minimal.

Deposito Berjangka

Satu-satunya cara untuk menyikapi kenaikan nilai kebutuhan di masa yang akan datang adalah dengan investasi. Meskipun bagi sebagian orang memiliki uang di tabungan sudah dirasa cukup. Namun, kenaikan harga dari tahun ke tahun tak sebanding dengan suku bunga dari tabungan saja. 

Baca juga : Pengertian Amnesti Pajak

Deposito berjangka merupakan salah satu instrumen keuangan yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat. Bagi pemegang akun rekening di Bank, mungkin sudah tak asing lagi. 

Tata cara deposito juga tak jauh berbeda dengan menabung di Bank. Salah satu perbedaan yang mencolok adalah waktu penarikan uang yang telah masuk ke dalam deposito. 

Kamu tidak bisa menarik uang yang sudah masuk ke dalam deposito sewaktu-waktu. Ada jangka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan antara nasabah dengan bank terkait. 

Perbedaan lain antara tabungan dengan deposito terdapat pada suku bunga. Deposito memberikan keuntungan yang lebih besar melalui suku bunga setiap bulannya. Lalu, bagaimana jika ada kebutuhan mendesak sehingga deposito harus dicairkan sebelum jatuh tempo? 

Pihak bank akan memberikan solusi sesuai perjanjian awal yang telah disepakati bersama. Uang yang telah disimpan dalam bentuk deposito bisa tetap diambil. Namun nasabah harus membayar sejumlah nominal. Atau yang biasa dikenal dengan penalti.

Namun ada juga Bank yang memperbolehkan pencairan dana deposito di luar tempo yang ditentukan tanpa penalti. Namun nasabah tak akan menerima suku bunga dari deposito tersebut. 

Peer to Peer Lending Syariah

Ada lagi macam investasi jangka pendek yang sedang naik daun. Peer  To Peer Lending adalah salah satu metode investasi berjangka. Mungkin masih banyak yang awam dengan instrumen ini. Padahal salah satu instrumen investasi yang di klaim halal ini cukup menjanjikan. 

Cara kerjanya cukup sederhana. Pemilik modal atau juga berperan sebagai penanam modal akan melakukan investasi sejumlah uang di satu lembaga keuangan. Tentu saja lembaga keuangan tersebut sudah diakui oleh OJK. 

Uang yang sudah terkumpul kemudian akan dialirkan kepada peminjam. Peminjam merupakan pengusaha UMKM. Modal yang diperoleh melalui Peer to Peer akan diputar.

Dalam prosesnya, perputaran modal tersebut akan memberikan keuntungan untuk semua pihak. Dalam Peer To Peer Syariah, mengedepankan pinjam meminjam modal tanpa riba. 

Jangka waktu yang ditetapkan dalam proses Peer To Peer cukup singkat. Pemilik modal atau investor bisa memilih. Waktu paling cepat adalah 6 bulan. Dan proses dapat dilanjutkan dengan pembaharuan kontrak atau perjanjian. 

Baca juga : Pengertian Rasio Keuangan

Peer To Peer sangat cocok untuk anak muda yang ingin mulai investasi dengan modal terbatas. Karena sudah bisa dimulai hanya dengan 100 ribu rupiah saja. Selain untuk belajar investasi, juga bisa membantu para pelaku usaha kecil dan menengah. Karena memang Peer To Peer ditujukan untuk itu. 

Emas

Jika ingin investasi jangka panjang, emas mungkin bisa masuk ke daftar paling atas. Namun bagaimana dengan emas untuk investasi jangka pendek? Apakah bisa bekerja dengan baik? 

Jika kamu masih awam dengan berbagai perangkat investasi, emas tetap bisa menjadi pilihan. Meskipun keuntungan besar akan diperolah dalam jangka waktu kurang lebih 5 tahun. Namun investasi emas terbilang sangat minim risiko. 

Emas bisa masuk ke dalam daftar macam investasi jangka pendek apabila pembelian emas mendekati waktu resesi. Karena saat resesi, keuntungan yang diperoleh bisa sampai dua kali lipat. 

Emas dan berlian dengan kadar kemurnian 24 karat memiliki nilai yang akan selalu naik. Kamu juga bisa memilih emas batangan. Dalam jangka waktu 3-5 tahun, harga emas dengan kadar kemurnian tinggi sudah pasti menjanjikan keuntungan. 

Setelah mengenal beberapa jenis investasi, apakah kamu sudah tertarik untuk memulainya? Atau kamu masih butuh beberapa alasan kuat. Mengapa harus mulai investasi? 

Kamu harus tahu tujuan keuanganmu sendiri. Setiap orang memiliki prioritas hidup yang harus didapatkan dalam jangka waktu tertentu. Misalnya, kamu ingin memiliki rumah impian di usia sekian tahun. 

Kira-kira berapa uang yang harus kamu miliki untuk mewujudkannya. Dan berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk mengumpulkan uang tersebut. Tujuan keuangan bisa membuat hidup menjadi lebih terarah. 

Tidak ada kisaran usia yang pasti, kapan sebaiknya kamu mulai untuk berinvestasi. Namun investasi tentu akan semakin baik dilakukan di saat kamu sudah mulai produktif. 

Bukan tentang berapa nominal yang kamu investasikan. Atau berapa keuntungan yang akan diperoleh. Namun ini tentang langkah awal yang akan membawamu ke satu langkah lebih maju. 

Empat macam investasi jangka pendek di atas bisa menjadi acuan bagi para investor pemula. Selain dapat menghasilkan keuntungan, investasi jangka pendek juga dapat menjadi ajang belajar buat kamu. Salah satunya adalah belajar mengelola keuangan. Jadi, sekarang sudah saatnya kamu menentukan target sebagai tujuan investasi.

5/5 - (1 vote)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Scroll to Top