Pengertian Amnesti Pajak

Pengertian Amnesti Pajak, Jenis dan Syarat Mengikutinya!

Pengertian Amnesti Pajak – Amnesti pajak merupakan program pemerintah yang dibuat untuk mempermudah urusan perpajakan di tanah air. Program ini pun diterima oleh para pengusaha. Namun, apakah kamu mengetahui pengertian amnesti pajak yang sebenarnya?

Menarik untuk diulas ketika pemerintah mulai membuat program tersebut. Program ini tidak ubahnya sebagai sebuah rencana untuk mendorong kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajibannya sebagai warga negara.

Adanya kesadaran ini memungkinkan pemerintah dapat mengetahui siapa saja yang berkewajiban untuk membayar pajak. Dari sini, pemerintah pun bisa memaksimalkan pendapatan yang bisa digunakan untuk menunjang pembangunan.

Pada kesempatan kali ini, mari kenal lebih dekat tentang pengertian amnesti pajak. Selain itu, pelajari persyaratan dan jenisnya. Berikut ini informasi lengkapnya.

Apa Itu Amnesti Pajak?

Pengertian Amnesti Pajak
Pengertian Amnesti Pajak

Untuk memahami pengertian amnesti pajak, kamu perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan amesti terlebih dahulu. Karena, istilah tersebut yang menjadi kunci utamanya.

Amnesti sendiri diserap dari kata Amnestia (Bahasa Yunani). Makna kata tersebut adalah pernyataan untuk meniadakan akibat dari hukum pidana terhadap orang banyak.

Amnesti sendiri diberikan pada orang yang notabenenya belum dijatuhi hukuman. Atau, seseorang pun sudah dijatuhi dengan hukuman. Nantinya, ada pengusutan terkait apa yang pernah dilakukan oleh seseorang.

Jika dihubungkan dengan pajak, maka pengertian amnesti pajak dipahami sebagai pengampunan pajak. Pengampunan ini sudah tertuang dalam UU No 11 tahun 2016.

Pengampunan ini berisikan tentang penghapusan pajak terutang dari wajib pajak. Tentunya, pengampunan tersebut memungkinkan wajib pajak terbebas dari sanksi administrasi dan pidana.

Sederhananya, status wajib pajak menjadi tidak bersalah meskipun awalnya dinilai melanggar hukum. Untuk memperoleh status ini, seseorang perlu mengikuti program amnesti pajak yang dibuat oleh pemerintah.

Mengenai cara kerjanya, wajib pajak perlu mengungkapkan harta hingga membayar uang tebusan. Nilainya disesuaikan dengan ketetapan pemerintah yang tertuang dalam pasal UU pengampunan pajak.

Untuk orang yang bisa mengikutinya ialah orang yang memiliki kewajiban untuk membayar pajak. Di antaranya orang yang terkena PPh (Pajak Penghasilan), PPN (Pajak Pertambahan Nilai), dan PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah).

Manfaat Tax Amnesty

Pengampunan pajak atau tax amnesty ini dibuat untuk meningkatkan penerimaan pajak. Selain itu, manfaatnya pun bisa dirasakan oleh wajib pajak. Di antara manfaatnya sebagai berikut.

Bebas dari Sanksi

Seperti diketahui bahwa kesalahan yang dilakukan seperti tidak mengisi SPT memungkinkan wajib pajak mendapatkan sanksi. Sanksinya berkaitan langsung dengan denda.

Begitu pula bila wajib pajak keliru dalam melaporkan data. Ini pun bisa menimbulkan masalah. Tentunya, berisiko mendapatkan sanksi.

Meskipun begitu, sanksi tersebut bisa diminimalisir. Caranya ialah memanfaatkan program pengampunan pajak yang ditetapkan oleh pemerintah.

Bebas PPh (Pajak Penghasilan)

Ketika seseorang memiliki pekerjaan yang mapan, ada kalanya jika dirinya pun bisa membeli sesuatu. Bahkan, ini bisa dijadikan sebagai aset untuk masa depannya.

Tentunya, pembelian aset ini memungkinkan seseorang akan dikenai dengan pajak penghasilan. Terlebih jika seseorang ingin membalik nama pada harta yang dimilikinya.

Contohnya ketika membeli rumah baru. Tentunya, kondisi inilah yang membuat seseorang dikenai dengan pajak.

Tetapi, pengeluaran biaya ini bisa dihindari. Seseorang pun bisa memaksimalkan amnesti yang diberikan oleh pemerintah. Dengan amnesti ini, wajib pajak akan bebas dari mengeluarkan PPh.

Baca juga : Pengertian Rasio Keuangan

Mudah Memperoleh Pinjaman

Sewaktu mengajukan pinjaman di Lembaga keuangan, kamu akan diperiksa latar belakangnya. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan apakah kamu sanggup melakukan pelunasan atau tidak.

Acuannya berasal dari laporan keuangan dan pajak. Ketika kamu memiliki laporan yang bagus di perpajakan, Lembaga keuangan tentunya tidak segan untuk memberikan pinjaman.

Alasannya, kamu lebih meyakinkan di mata Lembaga keuangan. Ini dibuktikan dengan adanya laporan terkait tanggung jawabmu di dunia perpajakan. Makanya, tidak mengherankan jika seseorang yang mengikuti amnesti pajak biasanya dimudahkan dalam urusan pinjaman di perbankan atau semacamnya.

Jenis Jenis Amnesti Pajak

Di Indonesia, terdapat beberapa jenis amnesti pajak. Kamu perlu mengetahui jenisnya agar tidak salah menentukan jenis mana yang sesuai dengan kasusmu. Di antara jenisnya sebagai berikut.

  • Amnesti Pencatatan

Pengampunan ini berlaku bagi wajib pajak yang gagal dalam memelihara dokumen perpajakan sebelumnya. Tidak terpeliharanya dokumen memungkinkan data yang tersaji tidak bisa diketahui secara pasti oleh pemerintah.

Supaya tidak terkena sanksi, seseorang bisa mengikuti jenis ini. Pemerintah pun akan menyetujuinya. Syaratnya, wajib pajak mulai serius untuk memelihara dokumen perpajakan.

  • Amnesti Koreksi

Setiap wajib pajak diharuskan untuk melakukan pelaporan terkait harta bendanya. Kemudian, melaporkan pula kewajiban pembayarannya. Dan ini dibuktikan dengan mengisi SPT (Surat Pemberitahuan Pajak).

Lantas, apa hubungannya dengan amnesti koreksi? Amnesti ini diberikan pada wajib pajak yang sebelumnya sudah melakukan pengisian SPT. Hanya saja, ada kesalahan dalam input data atau masih belum sepenuhnya terbayar pajaknya.

Normalnya, kesalahan ini berisiko terkena sanksi. Namun berkat adanya amnesti jenis ini, wajib pajak tidak perlu khawatir dengan sanksi.

Wajib pajak akan memperoleh pengampunan. Syaratnya, wajib pajak memperbaiki data yang terdapat di laporan SPT miliknya.

  • Amnesti Filling

Jenis pengampunan pajak selanjutnya ini disebut dengan amnesti filling. Jenis ini diperuntukkan bagi seseorang yang tidak pernah melakukan pengisian SPT. Padahal, dirinya sebenarnya sudah terdaftar.

Tentunya, terdaftarnya seseorang memungkinkan pihak berwenang mengetahui orang tersebut. Ketika tidak melakukan pengisian, kondisi ini akan terlihat jelas dalam sistem perpajakan.

Tidak mau terkena sanksi, wajib pajak bisa menggunakan amnesti filling ini. Pengampunan akan diperoleh bila seseorang mau mengisi SPT.

  • Amnesti Investigasi

Jenis terakhir ini terbilang sangat disukai oleh sejumlah pihak. Terutama pengusaha yang memiliki total kekayaan luar biasa.

Jenis ini mengharuskan negara tidak menyelidiki sumber penghasilan yang dilaporkan oleh wajib pajak pada periode tertentu. Negara pun sepakat untuk tidak melakukan penyelidikan tentang jumlah penghasilan.

Meskipun begitu, ada ketentuan yang harus dipenuhi oleh wajib pajak. Jenis ini bisa dimaksimalkan dengan catatan bahwa wajib pajak menyetorkan uang pengampunan. Jumlahnya disesuaikan dengan ketetapan oleh pemerintah.

Syarat Amnesti Pajak

Mau mengikuti program yang dirilis oleh pemerintah tersebut? Kamu harus memenuhi persyaratan utamanya. Di antara syaratnya sebagai berikut.

  • Sudah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Mau melunasi seluruh tunggakan atau hutang pajak
  • Menyediakan lampiran SPT PPh
  • Menyetorkan tebusan berupa uang sesuai ketentuan amnesti pajak
  • Bersedia melunasi pajak apabila ditemukan adanya tunggakan dari hasil pemeriksaan
  • Bersedia untuk mencabut permohonan yang diajukan pada Kementerian Keuangan sebelumnya

Yang utama, syaratnya adalah memiliki NPWP. Kamu harus memastikan bahwa Kamu sudah terdaftar. Dengan begitu, kamu akan lebih mudah diterima oleh pihak yang berwenang.

Kesimpulannya, pengertian amnesti pajak adalah program yang dirancang pemerintah untuk memberikan pengampunan pajak pada wajib pajak. Pengampunan ini dilakukan agar masyarakat terdorong untuk melaporkan hartanya. Bahkan, mau mengeluarkan kewajibannya sebagai warga negara yang taat hukum.

5/5 - (1 vote)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Scroll to Top