Pengertian Rasio Keuangan

Pengertian Rasio Keuangan Dan Manfaatnya Untuk Perusahaan

Sudahkah kamu memahami pengertian rasio keuangan? Apa saja manfaatnya bagi perusahaan?

Rasio keuangan sering digunakan oleh pihak manajer untuk mengetahui perkembangan dari perusahaan. Biasanya, ini dijadikan sebagai acuan utama. Khususnya dalam menentukan langkah yang akan ditempuhnya.

Tujuannya supaya perusahaan tidak mengalami kesulitan. Contohnya perusahaan tidak mengalami kemunduran dan terancam kebangkrutan.

Kali ini, kamu akan diajak untuk mengenal istilah tersebut. Di samping itu, kamu pun akan memahami apa saja jenis dan manfaatnya bagi perusahaan. Berikut ini informasinya.

Apa Itu Rasio Keuangan?

Pengertian Rasio Keuangan
Pengertian Rasio Keuangan

Pengertian rasio keuangan atau rasio finansial merupakan sebuah alat untuk mengukur kinerja perusahaan berdasar pada data perbandingan yang tertulis dalam laporan keuangan di periode tertentu.

Rasio ini jauh lebih mudah dipahami oleh siapa saja. Karena datanya sudah dipadatkan atau diringkas.

Berbeda jika masih dalam bentuk laporan keuangan, ada kemungkinan jika seseorang akan mengalami kesulitan. Khususnya bagi calon investor baru yang sedang mencari perusahaan untuk ditanami modal.

Untuk menyajikan data tersebut, pengamatan akan dilakukan oleh pihak manajemen. Laporan keuangan yang diamati meliputi neraca keuangan, laporan arus kas hingga laba rugi.

Dengan pengamatan ini, manajemen akan memahami kinerja perusahaan secara maksimal. Bahkan, dapat menentukan kebijakan yang dinilai memberi kontribusi penting bagi perkembangan bisnis ke depannya.

Jenis-Jenis Rasio Keuangan

Setelah mengetahui pengertian rasio keuangan, kini pahami jenisnya. Secara umum, rasio finansial ini terbagi menjadi 4 jenis. Di antaranya sebagai berikut.

Rasio Laba

Jenis pertama ini dikenal dengan sebutan Rasio Profitabilitas. Kata kunci yang dapat kamu pahami adalah profit atau laba.

Istilah tersebut merujuk pada pengukuran perusahaan mengenai seberapa besar keuntungan/laba yang dihasilkan. Pengukuran ini tentunya sangat penting. Setidaknya, ini akan menentukan seberapa bagusnya performa perusahaan.

Ketika laba yang dihasilkan cukup tinggi, setidaknya perusahaan dinilai mulai berkembang. Apalagi bila data yang tersaji menunjukkan peningkatan pendapatan di tiap periode.

Rasio Hutang

Jenis kedua ini dikenal dengan sebutan Solvency Ratio. Istilah ini merujuk pada kemampuan perusahaan dalam melunasi hutangnya.

Yang dimaksud di sini adalah total keseluruhan hutang. Baik itu hutang jangka pendek atau pun panjang.

Tentu saja, seorang manajemen akan terus menilai kemampuan perusahaan dalam melunasi hutangnya. Jika perusahaan memiliki kemampuan tersebut, tentunya perusahaan telah mencatatkan kegiatan bisnis yang positif.

Rasio Hutang Jangka Pendek

Jenis ketiga ini disebut juga dengan Rasio Likuiditas. Istilah ini menggambarkan kemampuan perusahaan dalam melunasi hutang jangka pendek.

Sederhananya, hutang yang harus dilunasi tiap tahunnya bisa dipenuhi. Kalau memungkinkan, perusahaan bisa meminimalkan banyaknya hutang.

Apabila perusahaan tercatat memiliki banyak hutang, ini menandakan jika perusahaan kurang sehat. Ada kemungkinan jika perusahaan mengalami kesulitan dalam melunasi hutang saat jatuh tempo.

Tentu saja, ini menggambarkan jika perusahaan dalam ancaman kebangkrutan. Biasanya, investor akan menahan diri untuk menanamkan modal di perusahaan tersebut. Alasannya, perusahaan tidak dapat memberikan imbal balik yang mumpuni bagi penanam modal.

Rasio Aktivitas

Jenis keempat ini pun dinilai oleh pihak manajemen. Manajemen akan mengukur seberapa efektif aktiva yang digunakan oleh perusahaan. Khususnya dalam menghasilkan laba.

Harapannya, aktiva yang dijalankan memang dapat memberikan laba yang signifikan. Dengan begitu, perusahaan tidak akan mengalami kesulitan keuangannya.

Manfaat Rasio Keuangan

Rasio keuangan ini biasanya dimanfaatkan oleh pemilik perusahaan dan investor. Manfaat yang diperolehnya sebagai berikut.

  • Memahami Efisiensi Kinerja Perusahaan

Setiap perusahaan akan terus mengevaluasi kinerja perusahaannya. Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui seberapa baiknya performa perusahaan di periode saat itu. Nantinya, ini bisa dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Untuk mengetahuinya, menganalisa rasio keuangan merupakan jawaban utamanya. Dan ini biasanya dilakukan oleh manajemen.

Manajemen akan mulai menganalisanya dari laporan keuangan. Tujuannya untuk mengetahui secara keseluruhan dari kinerja perusahaan.

Apabila ditemukan salah satu elemen bisnis yang terlambat kinerjanya, manajemen pun bisa memikirkan tentang apa yang sebaiknya dilakukan. Tentu saja, ini merupakan bentuk kebijakan yang ditujukan untuk mendorong efektivitas kinerja secara menyeluruh.

  • Memudahkan dalam Pengambilan Keputusan

Keputusan penting yang perusahaan ambil akan menentukan maju tidaknya perusahaan ke depannya. Untuk memastikan bahwa keputusannya tepat, pemilik perusahaan membutuhkan acuan yang salah satunya didapatkan dari rasio keuangan.

Ketetapan ini bisa apa saja. Yang jelas, keputusan harus berdampak positif bagi perusahaan ke depannya.

Contohnya bila perusahaan memperoleh laba cukup besar, pihak perusahaan bisa memutuskan untuk memperluas sayap bisnis atau membagikannya pada pemegang saham.

Keputusan ini akan dibuat dalam rapat. Nantinya, ini akan berpengaruh pada prospek perusahaan di masa mendatang.

  • Memudahkan Penilaian Bagi Investor

Sementara itu, Investor pun membutuhkan rasio keuangan yang dibuat oleh perusahaan. Rasio ini akan dijadikan rujukan termudah untuk menilai bagus tidaknya perusahaan.

Biasanya, pihak perusahaan pun akan menyusunnya dengan rapi. Tentunya, ini akan memberikan kejelasan informasi yang dibutuhkan oleh investor.

Apabila calon investor puas dengan laporan tersebut, besar kemungkinan jika investor bersedia untuk menanamkan modal ke dalam perusahaan. Adanya modal tambahan memungkinkan perusahaan bisa lebih maju.

  • Memperoleh Pinjaman Cepat

Modal selalu diperlukan dalam menjalankan bisnis. Jumlahnya pun cukup besar. Dan ini biasanya tidak bisa diatasi dari laba.

Sederhananya, perusahaan butuh talangan dana dari Lembaga lain. Terlebih bila investor belum banyak yang masuk ke dalam perusahaan.

Masalahnya, mengajukan pinjaman ke Lembaga keuangan pun butuh hal yang meyakinkan. Dan Lembaga keuangan biasanya akan melihat kemampuan finansial dari perusahaan.

Tentunya, kemampuan ini bisa dilihat dari laporan pada rasio keuangan perusahaan. Makanya, Lembaga keuangan akan mencermati dan menilai laporan terlebih dahulu.

Apabila keuangan perusahaan dinilai masih bagus, Lembaga keuangan tidak segan untuk mencairkan dana yang dimohon. Dengan begitu, perusahaan bisa memperbesar modal untuk kelancaran bisnisnya.

  • Memahami Posisi Perusahaan

Manfaat terakhir yang perusahaan dapatkan adalah mengetahui posisinya di tengah persaingan. Misalnya apakah berada di posisi berkembang atau maju.

Pemahaman ini akan diketahui bila pihak perusahaan mengetahui kinerjanya secara keseluruhan. Semakin baik kinerja dan hasilnya, tentu saja posisi perusahaan akan mengalami kenaikan.

Apabila perusahaan mulai naik, pihak perusahan akan mampu bersaing. Tidak menutup kemungkinan jika ini menjadi pelecut semangat bagi setiap orang yang berperan dalam perusahaan.

Setidaknya, target yang dibuat di tiap periode akan diwujudkan dengan semangat. Secara tidak langsung, ini akan membawa nama perusahaan lebih dikenal. Bahkan, memiliki tingkat kemajuan yang luar biasa dibandingkan dengan perusahaan yang menekuni bidang yang sama.

Menariknya lagi, para pelanggan perusahaan pun mulai menaruh kepercayaan. Begitu pun loyalitasnya semakin tinggi sehingga mendorong pada bertambahnya penghasilan.

Kesimpulannya, pengertian rasio keuangan tak ubahnya sebagai sebuah alat untuk mengukur kinerja dari sebuah perusahaan. Pengukurannya dilakukan pada sejumlah elemen bisnis. Hasilnya akan digunakan sebagai rujukan informasi oleh pemilik perusahaan, pemberi pinjaman hingga investor.

5/5 - (1 vote)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Scroll to Top